Rabu, 23 Februari 2011

PRINSIP DAN FASE PERKEMBANGAN PSIKOLOGI ANAK

PRINSIP DAN FASE PERKEMBANGAN
PSIKOLOGI ANAK

I.         PENDAHULUAN
     Perkembangan dapat di artikan sebagai perubahan yang progresif dan kontinyu dalam diri individu dari mulai lahir sampe mati. manusia  secara terus-menerus berkembang  atau berubah yang dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar sepanjang hidupnya. Perkembangan berlangsung secara terus-menerus secak masa konsepsi sampai mencapai kematangan atau masa tua.

II.      PEMBAHASAN
A.       Prinsip-prinsip perkembangan
Setiap fase atau priode perkembangan pada dasarnya selalu bertahan erat dengan priode perkembangan yang mendahuluinya. Hal ini membuktikan bahwa manusia merupakan kesatuan yang bulat dan tujuan yang terkandung dalam setiap perkenbangan adalah menjadi manusia dewasa yang sanggup berdiri  sendiri. Secara sepesifik, perinsip perkembangan dapat di artikan sebagai “kaidah atau patokan yang menyatakan kesamaan sifat dan hakikat dalam perkembangan”. Bisa pula diartikan perinsip perkembangan adalah patokan generalisasi mengenai sebab dan akibat terjadinya peristiwa perkembangan dalam diri manusia.
Secara garis besar, peristiwa-peristiwa perkembangan mengikuti prinsip-prinsip perkembangan sebagai  berikut:
1.    Never Ending Process
a.       Semua aspek perkembang saling mempengaruhi
b.      setiap aspek perkembangan individu, baik fisik, emosi, intelegensi maupun social satu sama lainya saling mempengaruhi. Jadi semua komponen adanya korelasi .
c.       Perkembangan itu mangikuti pola atau arah tertentu
d.      Setiap tahap perkambanganmerupakan hasil perkembangan dari tahap sebelumnya yang merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya. Contohnya untuk dapat berjalan anak harus dapat berdiri terlebih dahulu.

TABEL 2.1
Arah Tahapan Perkembangan Anak
TAHAP PERKEMBANGAN
                     JENIS PERKEMBANGAN
Usi 4-16 minggu
Bayi dapat menguasai 12 macam otot acula motornya.
Usia 16-28 minggu
Bayi dapat menguasai otot-otot yang menyanggah kepalanya dan menggerakkan tanganya. Ia lalu dapat meraih benda-benda.
Usia 28-40 minggu
Ia dapat menguasai badan dan tanganya. Ia mulai dapat duduk, menagkap, dan mempermainkan benda-benda.
Tahun kedua
Anak sudah pandai berjalan dan berlari, dapat menggunakan kata-kata dan mengenal identitasnya (seperti namanya).
Tahun ketiga
Anak dapat berbicara dalam kalimat dan menggunakan kata-kata sebagai alat berfikir.
Tahun keempat
Anak mulai banyak bertanya dan dabat berdiri sediri.
Tahun kelima
Anak telah matang dalam menguasai gerak-gerik motorisnya. Ia dapat melompat-lompat, bercerita agak lebih panjang, lebih suka bermain berkawan.

Yelon dan welnsten (1977) mengemukakan tentang arah atau pola perkembangan sebagai berikut :
a.       Cephalocaudal dan proximal-distal, maksudnya, perkembangan manusia itu dimolai dari kepala ke kaki (cephalocaudal) dan dari tengah paru-paru, jantung dan sebagainya, ke pinggir, tangan (proximal-distal).
b.      Struktur mendahului fungsi. Ini berarti bahwa anggota tubuh individu akan dapat berfungsi setelah matang strukturnya. Seperti mata, akan dapat melihat setelah otot-ototnya matang.
c.       Perkembangan itu berdiferensiasi. Maksudnya perkembngan itu berlangsung dari umum ke khusus (sepesifik).
d.      Perkembangan itu berlangsung dari konkrit ke abstrak. Maksudnya perkembangan terproses dari suatu kemampuan berfikir konkrit (objek tampak) menuju ke abstrak (objeknya tidak tampak). Seperti anak kecil dapat berhitung dengan jari tangan sedangkan remaja sudah tidak lagi.
e.       Perkembangan berlangsung dari egosentrisme kepersepektivisme.
f.       Perkembangan itu berlangsung dari ”outter control to inner control”
Menurut almediwirja 1983, simanjutak dan pasar ibu 1979, syah 1995, kantono 1983 kasiram 1983, sholeh soerjadinata 1971dalam buku psikologi umum karya Drs. Alex Sobur. M.si prinsip-prinsip pekembangan antara lain sebagai berikut:
a.       Perkembangan mencakup rangkaian perubahan yang bersifat progresif.teratur. koheren dan berkesinambungan.
b.      Perkembangan dimulai dari respan-respon yang sifatnya umum menuju khusus. Contohnya, seorang bayi mulan-mulan tesemyum melihat wajah manusia. Dengan bertumbuhnya usia bayi, ia akan membedakan wajah-wajah tertentu.
c.       Tahapan perkembangan yang berlangsung secara berantai. Contohnya dalam perkembangan bicara misalnya, sebelum seorang anak berkata-kata terlebih dahulu ia akan mengecoh.
Setiap fase perkembangan memiliki cirri dan sifat yang khas, sehingga ada tingkah laku yang dianggap sebagai tingkah laku buruk. Yang sebenarnya merupakan tingkah laku yang wajar untuk fase tertentu. Para orang tua sering mengomentari perubahan kelakuan ini sebagai ‘dulu ia manis, patuh sekarang jadi bandel dank eras kepala” para ahli mengemukakan bahwa masa terang untuk tidak tenang  pada anak trejadi silih berganti namun adanya perubahan itu lah perubahan cirri terjadinya perkembangan.
a.       Setiap anak mempunyai tempo kecepatan perkembangan sediri-sendri. Tempo perkembangan mausia pada umumnya tebagi dlam kategori cepat, sedang, dan lambat. Teori perkembangan yang selalu cepat atau terlalu lambat, biasanya menunjukkan kelainan yang relative sangat jarang terjadi.
b.      Setiap orang akan megalami tahapan perkembangan yang berlangsung secara berantai.
c.       Perkembangan tidak terbatas dalam arti tumbuh menjadi besar, namun mencakup rangkaian perubahan yang bersifat progresif, tertur, koheren dan berkesinambungan.
d.      Dalam perkembangan terdapat masa peka. Ialah suatu masa dalam perkenbangan anak, saat suatu fungsi jasmani  ataupun rohani, dapat berkembang dengan cepat jika nendapat latihan yang baik dan kontinyu.

B.       Fase-fase perkembangan   
1.      Pengertian
Fase perkembangan dapat diartikan sebagai penahapan atau pembabakan rentang perjalanan kehidipan individu yang di warna cirri-ciri khusus atau pola-pola  tingkah laku tertentu.
2.      Proses perkembangan
Secara umum, proses dapat diartikan sebagai runtutan perubahan yang terjadi dalam perkenbangan sesuatu. Menurut Huelock (1980) merupakan perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan (developmental changes). Manusia, menurut Elzabeth B.hurlock takpernah statis atau berhenti. Karena perubahan-perubahan senan tiasa terjadi dalam dirinya dalam berbagai kapasitas baik yang bersifat biologis maupun pesikologis.
Secara global, seluruh proses perkembangan individu sampai menjadi “person” berlangsung dalam 3 tahapan.
a.       Tahapan proses konsepsi (pembuahan selovun ibu oleh sel seperma ayah).
b.      Tahapan proses kelahiran (saat keluarnya bayi, dari rahim ibu).
c.       Tahapan proses perkembangan individu bayi menjadi seorang pribadi yang khas (development or selfhood).
Agar dapat memudahkan dalam mempelajari fase perkembangan akan dikelompokkan dalam 3 bagian, yaitu berdasarkan analisis, didaktis dan psikologis.
a.      Tahap perkembangan berdasarkan analisis biologis
1.      Aristoteles menggambarkan perkembangan individu, sejak anak sampai dewasa dalam tiga tahapan. Setiap tahapan lamanya 7 tahun, yaitu :
-          Tahap I          : dari 0,0 – 7,0 tahun (masa anak kecil/masa bermain)
-          Tahap II        : dari 7,0 – 14,0 Tahun (masa anak, masa sekolah rendah)
-          Tahap III       : dari 14,0 – 21,0 tahun (masa remaja / pubertas, masa peralihan dari usia anak menjadi orang dewasa).
Penahapan ini didasarkan pada geljala dalam perkembangan fisik (jasmani). Halini dapat dicirikan dari tahap I dan Tahap II dibatasi oleh pergantian gigi, tahap II dengan tahap III ditandai dengan mulai berfasenya organ-organ seksual.
2.      Elizabeth Hurlock mengemukakan penahapan perkembangan individu yakni :
-          Tahap I          : fase renatal (sebelum lahir), mulai masa konsepsi sampai proses kelahiran, yaitu sekitar 9 bulan atau 280 hari.



-          Tahap II        : invancy (orok), mulai
a.       Invancy atau neonates (dari lahir – 14 hari)
Fase ini merupakan fase penyesuaian terhadap lingkungan. Pada masa ini bayi mengalami masa tenang dan tidak banyak terjadi perubahan.
b.      Masa bayi (antara 2 minggu – 2 tahun)
Lama kelamaan bayi muali berusaha melepaskan diri dimulai dengan belajar berdiri sendiri. Jadi, masa ini dimulai pada masa ketika anak sangat tergantung pada lingkungan dan kemudian karena perkembangan anak mulai berusaha menjadi lebih independent. Contoh : jalan sendiri.
c.       Masa anak (2 – 10/11 tahun)
Masa ini, anak masih immature. Tanda-tanda khas : usaha menyesuaikan diri dengan lingkungan, sehingga ia merasa bahwa dirinya merupakan sebagian dari lingkungan yang ada. Penyesuaian social dilaksanakan dengan pergaulan dan berbagai pertanyaan. Pada usia tiga tahun, masa ini dikenal sebagai masa strum und drang dan periode haus nama. Usia 6 tahun merupakan masa penting untuk proses sosialisasi.
-          Masa remaja (11/12 – 20/21 tahun)
Masa remaja adalah masa peralihan untuk transisi dari anak menuju dewasa. Masa remaja dibagi menjadi 3 bagian. Yaitu :
a.       Pra remaja (11/12-13/14 tahun)
Masa ini merupakan masa yang sangat pendek, kurang lebih hanya 1 tahun. Untuk wanita 11/12-12/13 tahun. Untuk laki-laki 12/13-13-14 tahun. Dikatakan juga sebagai fase negative dan perkembangan fungsi-fungsi tubuh terutama seks.
b.      Remaja awal (13/14-17 tahun)
Perubahan fisik terjadi sangat pesat dan mencapai puncaknya. Ketidakstabilan emosional karena ia mencari identitas dirinya.
c.       Remaja lanjut (17-20/21 tahun)
Pada masa ini, ia berusaha memantapkan identitas diri dan ingin mencapai ketidaktergantungan emosional.
-          Dewasa
Fase dewasa terbagi 2 bagian. Yaitu :
a.       Dewasa awal (21-40 tahun)
Tahap ini adalah masa penyesuaian terhadap pola-pola hidup baru. Dan harapan mengembangkan sifat-sifat, mengurus keluarga dan lain sebagainya.
b.      Dewasa menengah (40-60 tahun)
Merupakan masa transisi, masa penyesuaian kembali eguilibrium – diseguolibrium. Masa yang ditakuti karena mendekati masa tua.

b.      Tahap perkembangan berdasarkan didaktis
Dasar didaktis atau instruksional yang dipergunakan oleh para ahli  ada beberapa kemungkinan :
1.      Apa yang harus diberikan kepada anak didik pada masa-masa tertentu
2.      Bagaimana caranya mengajar atau menyajikan pengalaman belajar pada anak didik pada masa-masa tertentu.
3.      Kedua hal tersebut dilakukan secara bersamaan yang dapat digolongkan ke dalam penahapan berdasarkan didaktis atau instruksional. Antara lain pendapat Commenius dan pendapat Rosseau.
-          Commenius, dipandang dari pendidikan, pendidikan yang lengkap bagi seseorang berlangsung dalam 4 jenjang. Yaitu :
a.       Sekolah ibu untuk anak-anak 0,0 – 6,0 tahun
b.      Sekolah bahasa ibu untuk anak-anak usia 6,0 -12,0 tahun
c.       Sekolah latin untuk remaja usia 12,0 – 18 tahun
d.      Akademi untuk pemuda-pemudi usia 18,0 – 24 tahun.
-          Rosseau. Penahapan perkembangan menurut Rosseau adalah :
a.       Tahap I    : 0,0 – 2,0 tahun usia asuhan
b.      Tahap II  : 2,0 – 12,0 tahun masa pendidikan jasmani dan latihan panca indra.
c.       Tahap III : 12,0 – 15,0 tahun periode pendidikan akal.
d.      Tahap IV : 15,0 – 20,0 periode pendidikan watak dan pendidikan agama.

c.       Tahap perkembangan berdasarkan psikologis
Para ahli yang menggunakan aspek psikologis sebagai landasan dalam menganalisis tahap perkembangan, mencari pengalaman psikologis mana yang khas bagi individu pada umumnya dapat digunakan sebagai masa perpindahan dari fase yang satu ke fase yang lain. Selama masa perkembangan pada umumnya individu mengalami masa kegoncangan 2 kali. Yaitu :
1.      Kira-kira pada tahun ketiga atau keempat
2.      Pada permulaan masa pubertas
Berdasarkan dua masa kegoncangan tersebut, perkembangan dapat digambarkan melewati tiga periode, yaitu :



1.      Dari lahir sampai kegoncangan pertama (tahun ketiga atau keempat yang biasa disebut masa kanak-kanak),
2.      Dari masa kegoncangan pertama sampai masa kegoncangan kedua yang biasa disebut masa keserasian bersekolah.
3.      Dari masa kegoncangan kedua sampai akhir masa remaja yang biasa disebut kematangan.

C.       Kriteria penahapan perkembangan
Perkembangan individu sejak lahir sampai masa kematangan dapat digambarkan sebagai berikut :

Fase-fase perkembangan individu
Tahap perkembangan
Usia
Masa usia pra sekolah
Masa usia sekolah dasar
Masa usia sekolah menengah
Masa usia mahasiswa
0,0 – 6,0
6,0 – 12,0
12,0 – 18,0
18,0 – 25,0

1.      Masa pra sekolah
Pada masa ini diperinci menjadi 2 masa, yaitu :
a.       Masa vital : pada masa ini, individu menggunakan fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya untuk masa belajar, Freud menamakan tahun pertama dalam kehidupan individu sebagai masa oral (mulut) karena dipandang sebagai sumber kenikmatan dan ketidaknikmatan, pada tahun kedua anak telah berjalan dengan itu anak mulai belajar menguasai ruang.
b.      Masa ekstotik. Pada masa ini dianggap sebagai masa perkembangan rasa keindahan. Dalam arti bahwa perkembangan anak terutama adalah fungsi panca indra.
2.      Masa usia sekolah dasar atau masa keserasian bersekolah
a.       Masa kelas rendah sekolah dasar. Kira-kira 6/7 tahun – 9/10 tahun
Beberapa sifat anak-anak pada masa ini seperti berikut :
-          Adanya hubungan positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi.
-          Sikap tunduk kepada peraturan permainan yang tradisional.
-          Adanya kecenderungan memuji diri sendiri.
-          Suka membandingkan dirinya dengan anak yang lain.
-          Apabila tidak dapat menyelesaikan suatu soal maka soal itu dianggap tidak penting.
-          Pada masa ini (terutama usia 6,0 - 8,0 tahun) anak menghendaki nilai (angka raport) yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai baik atau tidak.
b.      Masa kelas tinggi sekolh dasar, kira-kira umur 9,0/10,0 – 12,0/13,0 tahun.
Beberapa sifat khasnya adalah :
-          Adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang kongkrit, hal ini menimbulkan adanya kecenderungan untuk membandingkan pekerjaan yang praktis.
-          Amat realistis, ingin mengetahui, ingin belajar.
-          Pada masa ini, anak memandang nilai sebagai ukuran yang tepat (sebaik-baiknya) mengenai prestasi sekolah.
Masa keserasian bersekolah ini diakhiri dengan suatu masa yang biasanya disebut poeral. Sifat2 khas anak-anak masa poeral ini dapat disingkat dalam 2 hal. Yaitu :
-          Ditunjukkan untuk berkuasa : sikap, tingkah laku dan perbuatan anak poeral ditunjukkan untuk berpuasa : apa yang diidam2kannya adalah si kuat, si juara, si jujur dan sebagainya.
-          Ekstra versi : bererientasi keluar dirinya : misalnya, untuk mencari teman sebaya untuk memenuhi kebutuhan fisiknya.



3.      Masa usia sekolah menengah
Masa ini dapat diperinci lahi menjadi beberapa masa, yaitu sebagai berikut :
a.       Masa pra remaja (remaja awal)
Masa pra remaja biasanya berlangsung hanya dalam waktu relative singkat. Masa ini ditandai oleh sifat-sifat negative PD. Sifat remaja sehingga sering kali disebut masa negative.
b.      Masa remaja (remaja madya)
Pada masa ini, sebagai masa mencari sesuatu yang dapat dipandang bernlai, pantas dijunjung tinggi dan dipuja-puja sehingga masa ini disebut masa merindu puja (mendewa2kan), yang sebagai gejala remaja. Objek pemujaan itu telah menjadi lebih jelas, yaitu pribadi-pribadi yang dipandang mendukung nilai-nilai tertentu (personifikasi nilai2), pada anak laki2 sering atif meniru sedangkan pada anak perempuan kebanyakan pasif mengagumi dan memujanya dalam hayalan.
c.       Masa remaja akhir
Setelah remaja dapat menentukan pendirian hidupnya, pada dirinya telah tercapailah masa remaja akhir dan telah terpenuhilah tugas-tugas perkembangan masa remaja, yaitu menemukan pendirian hidup dan masuklah individu ke dalam masa dewasa.
d.      Masa kemahasiswaan
Masa usia mahasiswa sebenarnya berumur sekitar 18,0 – 25,0 tahun. Mereka dapat digolongkan pada masa remaja akhir sampai masa dewasa awal atau  dewasa madya. Dilihat dari segi perkembangan, tugas perkembangan pada usia mahasiswa ini ialah pemantapan pendirian hidup.

III.   KESIMPULAN
Setiap organism baik manusia amaupun hewan pasti mengalami peristiwa perkembangan selama hidupnya. Perkembangan ini tidak hanya fisik akan tetapi juga psikologis, baik dari masa prenatal sampai tua. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti (never ending process) dan semua aspek perkembangan saling mempengaruhi dan mengikuti arah tertentu (step by step).

Referensi
-          Irwanto. Psikologi umum, PT. Prenholindo, Jakarta. 2002
-          Ln. Syamsu Yusuf. Psikologi perkembangan anak dan remaja. PT. Remaja Rosda Karya. Bandung. 2009
-          Syah, Muhibbin. Psikologi perkembangan pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung. 2000
-          Shobur alex. Psikologi umum. Pustaka setia, Bandung. 2003





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar